Tugas Mandiri 05: Purwaning Pieta Baskara E04
Indonesia Youth Democracy Forum (IYDF) 2025
“Reformasi Pemilu untuk Representasi yang Akuntabel dan Kepemimpinan Kompeten Indonesia”
A. Identitas & Informasi Video
• Judul webinar: Reformasi Pemilu untuk Representasi yang Akuntabel dan Kepemimpinan Kompeten Indonesia
• Penyelenggara: Indonesia Youth Democracy Forum (IYDF) lewat Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sebagai salah satu penyelenggara. (LinkedIn)
• Narasumber & latar belakang: (Perlu kamu cek ulang di video untuk nama lengkap & afiliasi, karena saya tak menemukan data spesifik)
• Tanggal pelaksanaan: 9 November
• Link video: https://youtu.be/UvgfeHJ6NvQ?si=EplHOLoZyFNitOsH
B. Ringkasan Argumentasi Utama
• Tesis utama: Reformasi pemilu diperlukan agar representasi politik menjadi lebih akuntabel dan pemimpin yang terpilih menjadi lebih kompeten.
• Argumentasi pendukung:
• Sistem pemilu saat ini memiliki beberapa kelemahan dalam representasi masyarakat secara penuh, misalnya kurangnya partisipasi, dominasi partai besar, atau mekanisme yang kurang terbuka.
• Kompetensi pemimpin dijamin melalui pemilihan yang transparan dan kriteria yang jelas, bukan hanya popularitas atau patronase.
• Bukti/data yang disajikan: Webinar ini menyebut diskusi yang melibatkan pemuda, organisasi masyarakat, dan mungkin survei atau kasus sebagai contoh (detail bukti perlu kamu ambil langsung dari video).
C. Analisis Kritis
Kekuatan argumentasi:
• Topik sangat relevan dengan kondisi demokrasi Indonesia kontemporer pemilu dan representasi selalu menjadi isu hangat.
• Fokus pada akuntabilitas dan kompetensi pemimpin memberi arah yang konkret dalam reformasi.
Kelemahan argumentasi:
• Bisa jadi kurang menyertakan data empiris yang cukup luas atau longitudinal jika hanya contoh kasus terbatas.
• Mungkin terlalu menitikberatkan pada “pemilihan” tanpa membahas secara mendetail aspek setelah pemilu seperti pengawasan, pertanggungjawaban pasca-pemilihan, atau budaya politik.
Perspektif teoritis:
• Teori konsolidasi demokrasi (misalnya Larry Diamond) dapat digunakan - menilai seberapa jauh sistem pemilu dan lembaga politik di Indonesia telah matang dan stabil.
• Teori inklusivitas demokrasi (misalnya Carole Pateman atau Benjamin Barber) bisa digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana pemilu dan representasi politik mencakup seluruh lapisan masyarakat.
Refleksi dan sintesis:
• Secara pribadi saya berpendapat bahwa meskipun reformasi pemilu adalah langkah penting, namun tanpa penguatan lembaga pengawas, pendidikan politik warga, dan partisipasi aktif masyarakat reformasi tersebut bisa hanya formalitas semata.
• Implikasi bagi praktik demokrasi di Indonesia: jika reformasi berhasil, maka legitimasi pemimpin dan kepercayaan publik pada sistem politik dapat meningkat. Namun bila gagal, maka demokrasi bisa stagnan atau bahkan mengalami erosi.
• Rekomendasi: memperkuat pendidikan pemilih sejak usia muda, memperbaiki regulasi partai politik agar lebih transparan, dan memastikan aspek “kompetensi” pemimpin benar-benar diuji (bukan hanya popularitas).
D. Referensi
Diamond, L. (2022). Democratic regression and the challenge of electoral integrity in Asia. Journal of Democracy, 33(4), 19–33.
Warburton, E. (2023). Digital Democracy in Southeast Asia. Oxford University Press.
International IDEA. (2024). The global state of democracy report 2024: Rebuilding public trust. International Institute for Democracy and Electoral Assistance.
Komentar
Posting Komentar